Jumat, 25 Oktober 2013

Penghapus pilu Yang tak tersampaikan








Ini adalah rasa sakit yang kurasakan,
Tapi ia menjelaskan situasi yang terperinci.
ketika aku melihatmu itu seprti melihat diriku yang dulu.

Aku membencimu, tapi aku mengerti.
aku adalah mata-mata yang menjalani kehidupan palsu di dunia ini...
Aku benar-benar tidak tahu siapa aku di satu titik baik.
Aku akhirnya mengerti itu untuk mengenali diriku sendiri
bukan untuk mencapai segala sesuatu dan menjadi sempurna.
Dengan mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan.

Kedengarannya memang seperti kata-kata seorang pecundang.
Mengakui apa yang tidak dapat kau lakukan..
bukankah itu sama saja dengan menyerah?

Bukan ini untuk memaafkan diri sendiri,
untuk hal-hal yang tidak bisa dilakukan sendiri.

kau tidak bisa melakukan semuahnya sendiri,
itulah mengapa kau punya rekan yang dapat membantumu.
dan itu juga memastikan bahwa
kau jangan melewatkan satu hal yang belum kau capai.
Jika kau ingin tahu siapa dirimu...
kau harus kembali mempelajari dan memahami diri sendiri.

Aku gagal melakukan itu, aku berbohong kepada semua orang
dan aku berbohong pada diriku sendiri...
dan aku tertipu oleh diri sendiri.
Mereka yang tak bisa memahami diri sendiri akan gagal..
sama seperti yang kualami.


Namaku adalah kode
Dan Kacamataku, adalah alat ..
Dari awal, aku bukan siapa-siapa..
Sejak awal, aku..!!

Tak memiliki apa-apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar