Ini adalah rasa sakit
yang kurasakan,
Tapi ia menjelaskan
situasi yang terperinci.
ketika aku melihatmu itu seprti melihat diriku yang dulu.
Aku membencimu, tapi
aku mengerti.
aku adalah
mata-mata yang menjalani kehidupan palsu di dunia ini...
Aku benar-benar tidak
tahu siapa aku di satu titik baik.
Aku akhirnya mengerti
itu untuk mengenali diriku sendiri
bukan untuk mencapai
segala sesuatu dan menjadi sempurna.
Dengan mengetahui apa
yang bisa dan tidak bisa dilakukan.
Kedengarannya memang seperti
kata-kata seorang pecundang.
Mengakui apa yang tidak dapat kau lakukan..
Mengakui apa yang tidak dapat kau lakukan..
bukankah itu sama
saja dengan menyerah?
Bukan ini untuk
memaafkan diri sendiri,
untuk hal-hal yang
tidak bisa dilakukan sendiri.
kau tidak bisa
melakukan semuahnya sendiri,
itulah mengapa kau
punya rekan yang dapat membantumu.
dan itu juga
memastikan bahwa
kau jangan melewatkan
satu hal yang belum kau capai.
Jika kau ingin tahu
siapa dirimu...
kau harus kembali
mempelajari dan memahami diri sendiri.
Aku gagal melakukan
itu, aku berbohong kepada semua orang
dan aku berbohong
pada diriku sendiri...
dan aku tertipu oleh
diri sendiri.
Mereka yang tak bisa
memahami diri sendiri akan gagal..
sama seperti yang
kualami.
Namaku adalah kode
Dan Kacamataku, adalah
alat ..
Dari awal, aku bukan
siapa-siapa..
Sejak awal, aku..!!
Tak memiliki apa-apa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar